Selasa, 07 Mei 2019

Hanya pakaian,haruskan bercerai berai?

Kali ini aku ingin beruneg-uneg tentang suatu topik yang setiap hari selalu disinggung , setiap jam selalu dibicarakan , dan setiap menit selalu dipermasalahkan . Tapi disini aku lebih prefer ke wanitanya sih karena memang kalau dalam berpakaian wanita selalu menjadi sorotan tajam mata-mata elang buat dinyinyirin . entah itu dari ujung kepala sampai ujung kuku pun bisa jadi salah satu hal yang menarik buat diomongin entah gimana caranya. Dan aku merasa bahwa gejala patriarki ini memang telah merajalela di bumi pertiwi ini. Based on my experience also aku ingin aku juga merasakan apa yang pernah dirasakan beberapa kaum muslimah yang "tertindas" itu. Agak gimana gitu rasanya kalau inget sosial culture di Indo ini memang erat banget. Semua yang menyangkut perilaku hidup jadi bahan bom-boman  buat menghancurkan partikular manusia yang lain. Islam mengajarkan bagaimana berpakaian yang baik dan sesuai syariat. Diterangkan juga dalam Al-Qur'an surah An-Nuur dan Al-Ahzab yaitu berpakaian yang longgar,tidak terawang,tidak membentuk atau ketat,warna tidak mencolok dan lain-lain. Di satu sisi aku berpikir bahwa tidak semua orang terutama wanita muslim yang akan menjalankan ketentuan syariat ini. Entah karena kondisi ekonomi,geografis dan psikis mereka nya. Aku juga tidak terlalu paham apa yang terjadi tapi yang jelas aku tidak ingin memandang orang dengan kacamata hitam dan putih saja. Harus lebih banyak warna dalam memandang kehidupan.Menurutku itu adalah hal yang lumrah sih,karena nggak semua orang punya prinsip yang sama,tidak semua orang punya tujuan yang sama,kepentingan dan kebudayaan yang sama. So we don't have to judge anyone without science and any selfreason.Proses seseorang dalam menjalankan ibadah itu berbeda-beda . Ada yang sudah bisa menjalankan semua syariat yang ada di alqur'an dengan mengaplikasikan semua peraturannya.ada juga manusia yang bisa menjalankan nya tetapi diiringi dengan proses / step by step , atau ada juga yang menjalankan nya karena dia nyaman tanpa peduli omongan dan komentar orang lain yang terpenting dia nyaman dengan apa yang ia lakukan. Dilihat dari semua ini memang manusia telah diciptakan dengan porsinya masing-masing . Semua manusia pasti memiliki nilai kurang dan lebih dalam hidupnya. So we don't have to demand for another for being same with ideal type of human life. Karena pada dasarnya manusia itu seperti wadah air. Air yang dituangkan ke dalam wadah harus sesuai dengan kapasitas bendanya. jika di botol ya harus sesuai botol,jika ember ya harus sesuai ember dan lain lain. Jika dituangkan secara berlebihan pasti akan tumpah karena melebihi kapasitas . Kita tidak bisa menilai orang hanya karena penampilan luarnya saja . Kita tidak perlu berekspektasi terlalu berlebihan pada seseorang karena setiap manusia punya sisi lain sisi yang tidak kita ketahui maknanya. Karena kita masih dalam konteks "sama-sama makhluk". Pesan terakhir dari aku adalah "Don't stuck in one place that squeeze you in that reasoning without real and clear developments." dah itun aja kayaknya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lepas Hijab di Airport?

Today aku pengen ngomongin tentang sesuatu yang lagi viral,sebenarnya ini nih nggak terlalu viral sih karena kejadiannya itu tuh udah lama b...